This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, December 7, 2016

ANGAN-ANGAN SANG MAYIT

🌵🌵🌵 ANGAN-ANGAN SANG MAYIT

📃(Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits, Edisi Th. XVIII No. 91)


Setiap manusia biasanya memiliki berbagai macam angan-angan dan harapan. 

Orang miskin berangan-angan untuk menjadi kaya, memiliki rumah yang besar, tanah yang luas, harta yang melimpah dan mobil yang mewah, agar bisa hidup dengan kenikmatan dunia sebagaimana dirasakan kebanyakan orang kaya. 

Sedangkan orang kaya, mempunyai harapan agar kekayaannya semakin bertambah, sehingga ia bisa merasa lebih kaya daripada orang lain. 

Ketika beralih kepada orang yang terbaring sakit, maka angan-angannya hanyalah bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya meskipun harus ditebus dengan seluruh hartanya. 

Itulah angan-angan dan harapan manusia. Namun, di belahan alam lain, ada sekelompok manusia yang mempunyai harapan dan angan-angan, hanya saja angan-angan mereka tidak akan mungkin menjadi sebuah kenyataan. Siapakah mereka? 

Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah sang mayit. Perkara yang ghaib bagi kita, bagi mereka itu sudah tampak nyata, hakikat dunia dan akhirat sudah mereka ketahui, kepada mereka malaikat telah memperlihatkan diri, dan yang mereka yakini saat berada di alam barzakh ini adalah bahwa mereka akan dibangkitkan. 

Lalu apa angan-angan mereka setelah diperlihatkan itu semua? 

Berikut daftar angan-angan mayit saat berada di alam kubur yang telah dikabarkan oleh Allah Ta'ala dalam al-Qur’an dan diberitakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam sunnahnya.


☀ 1. ANGAN-ANGAN MAYAT ORANG SHALIH

Adapun orang-orang shalih yang telah meninggal, maka angan-angan mereka adalah, 

✅1. Disegerakan Menuju Liang Lahat Demi Merasakan Kenikmatan Abadi.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Apabila jenazah telah dibawa oleh orang-orang di atas pundak-pundak mereka (menuju kubur pen.), seandainya pada masa hidupnya ia adalah orang yang shalih, ia akan mengatakan, “Segerakanlah aku!! segerakanlah aku!!” Namun jika ia dahulu orang yang tidak shalih, ia akan mengatakan, “Celaka! Hendak kemana kalian membawa jenazah ini! Seluruh makhluk mendengar suara tersebut kecuali manusia, andaikata seseorang mendengarnya, pasti dia akan pingsan.” (HR. Bukhari, no. 1380). 


✅2. Segera Terjadi Kiamat

Saat masuk ke liang lahat dan diperlihatkan Surga dan Neraka, mereka berharap segera terjadi Kiamat, agar secepatnya mendapatkan kenikmatan yang lebih abadi yang telah menunggunya. 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa seorang hamba yang mukmin setelah menjawab seluruh pertanyaan kedua malaikat di dalam kuburnya, terdengar seruan dari langit, “Hamba-Ku telah menjawab dengan benar, maka hamparkanlah untuknya kasur dari Surga, berilah ia pakaian dari Surga, dan bukakanlah untuknya pintu menuju ke Surga.” Sehingga orang mukmin itupun dapat merasakan udara dingin dan harumnya Surga. Kuburannya diluaskan sejauh pandangan matanya. Selanjutnya akan datang seorang lelaki rupawan, berpakaian bagus, dan harum baunya yang berkata kepadanya, “Bergembiralah dengan sesuatu yang pasti menjadikan senang, ini adalah hari yang sebelumnya telah dijanjikan kepadamu.” Menyaksikan lelaki rupawan itu, orang mukmin itupun segera bertanya kepadanya: “Siapakah engkau, wajahmu menunjukkan engkau membawa kebaikan?”

Pria rupawan itupun menjawab, “Aku adalah amal shalihmu.”

Mengetahui bahwa amal shalihnya telah diterima Allah Ta'ala orang mukmin itupun segera berdoa, “Ya Tuhanku, segera bangkitkanlah hari kiamat, agar aku segera dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan harta kekayaanku.” (HR. Ahmad, no. 18534)


✅3. Memberikan Kabar Gembira Kepada Keluarga

Jika sang mayit telah diberikan kabar gembira berupa Surga, maka mereka berharap agar dikembalikan kepada keluarganya, untuk memberikan kabar gembira dengan selamatnya dia dari api Neraka dan kemenangannya menuju Surga. 

Rasululah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang seorang yang diperlihatkan oleh malaikat tempatnya di Neraka, namun kemudian digantikan dengan Surga, orang tersebut berkata kepada malaikat,

دَعُونِى حَتَّى أَذْهَبَ فَأُبَشِّرَ أَهْلِى 

 “Biarkanlah aku, hingga aku pulang dan memberikan kabar gembira kepada keluargaku” Kemudian dikatakan kepadanya, “Tenanglah” (HR. Abu Dawud, no. 4753)

Allah Ta'ala juga mengabarkan tentang kisah seorang laki-laki dalam surat Yasin yang mana ia sangat ingin agar kaumnya mendapatkan hidayah, namun disaat ia menyeru mereka untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka malah membunuhnya. Lalu Allah Ta'ala memberikan kabar gembira bahwa ia akan dimasukkan ke dalam Surga, maka dia berharap agar dikembalikan kepada kaumnya demi memberitakan kabar gembira tersebut, sehingga mereka pun akan beriman, maka Allah Ta'ala berfirman, artinya, “Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke Surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.” (QS. Yasin: 26-27) 


✅ 4. Ingin Kembali Berjihad

Sedangkan mayit yang mati syahid, yang mana telah diberikan kepadanya derajat yang tinggi dan kedudukan agung berupa tempat paling tinggi di Surga, maka ia ingin dikembalikan lagi ke dunia, bukan untuk melakukan apapun kecuali hanya ingin kembali berjihad melawan musuh-musuh Allah Ta'ala, dia ingin berperang dan terbunuh kembali meskipun harus berulang hingga sepuluh kali, hal ini menjadi angan-angannya karena ia telah melihat pahala jihad dan karamah yang didapatkan mujahidin di sisi Allah Ta'ala. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak seorangpun yang masuk Surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya memiliki sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh sampai sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid)." (HR. al-Bukhari, no. 2817)


🌵 ANGAN-ANGAN MAYAT ORANG YANG TIDAK SHALIH

Sesungguhnya orang-orang yang lalai dari mengingat Allah Ta'ala, akan melewati hari-hari dan waktunya dengan kelalaian dan kelengahan, mereka menunda-nunda taubat dan berharap agar umurnya selalu panjang. Mereka lupa bahwa kematian akan datang tiba-tiba. Kalau sudah tiba waktu kematian, tidak akan bisa mengejar yang sudah terlewat. Tinggallah ia di dalam kubur tergadai dengan amalnya, menyesal dengan yang telah terlewat dan mengharapkan di sisi Allah angan-angan yang tidak akan menyelamatkannya sedikitpun. Lalu apakah angan-angan mereka? Di antara angan-angan mereka, yaitu, 


✔1. Shalat Walau Hanya Dua Rakaat Saja. 

Orang-orang yang fasik dan buruk jika mereka bisa kembali ke dunia lagi, maka mereka berkeinginan untuk melaksanakan shalat meskipun hanya dua rakaat. Hal ini sebagaimana dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melewati sebuah kuburan, kemudian bertanya, “Siapa penghuni kuburan ini?” Mereka menjawab, “Ini kuburan si Fulan”, lantas Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Dua rakaat lebih dia cintai dari dunia kalian.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak, no. 7933) 


✔2. Kembali ke Dunia untuk Bersedekah

Pelaku maksiat yang telah meninggal, mereka menginginkan kembali lagi ke dunia meskipun satu detik saja, agar bisa bersedekah karena Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Munafiqun: 10-11)

Yah mereka telah sadar bahwa sedekah adalah amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala, dan bisa memadamkan murka Allah Ta'ala, juga seorang hamba akan ditanya tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa digunakan, namun kesadaran mereka datang terlambat, sehingga mereka berangan-angan semu agar bisa kembali ke dunia dan bersedekah dengan hartanya setelah selama hidupnya tidak ia infakkan untuk orang-orang fakir tetapi malah digunakan untuk tamasya, foya-foya dan pemenuhan syahwatnya saja. 


✔3. Bisa Beramal Shalih

Di antara angan-angan pelaku maksiat adalah agar bisa kembali ke dunia agar bisa menjadi orang shalih, bisa melakukan segala amal shalih, bisa memperbaiki yang telah mereka rusak, dan bisa menaati Allah Ta'ala setelah mereka bermaksiat. Mereka berharap bisa berdzikir walau satu kali, mengharapkan bisa berbicara walaupun hanya satu kalimat tasbih atau tahlil. Namun, mereka tidak diizinkan kembali, dan angan-angan mereka tidak akan mungkin terealisasi. Allah Ta'ala berfirman, artinya, “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. al-Mukminun: 99-100)

Demikianlah angan-angan sang mayit. Mereka telah meninggalkan dunia, telah melihat tempatnya di akhirat kelak. Mereka telah sadar, bahwa waktu telah mereka sia-siakan selama hidupnya, tidak mereka pergunakan untuk kebaikan akhirat, dan mereka telah sadar, bahwa waktu yang telah mereka habiskan tidak bisa dinilai dengan uang sedikitpun di akhirat kelak. 

Oleh karena itu, pembaca sekalian, cukuplah ini sebagai peringatan bagi kita yang masih hidup, agar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk akhirat kita, agar kita tidak lagi menyesal dan berangan-angan semu di tempat sunyi, KUBURAN. Wallahu a’lam bish shawab. (Redaksi) 

📚[Sumber : Diterjemahkan secara bebas dari makalah berjudul, Amniyatul Mauta, DR. Muhammad bin Ibrahim an-Na’im, Maktabah Syamilah] 


🌐https://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=726

➖➖➖ 
   
Repost by :   
👥 SOBAT MUSLIM group sharing kajian2 islam via WhatsApp & Telegram khusus ikhwan(laki-laki)    
📱 Admin: +62 853-1028-3995 (utk bergabung silahkan kirim pesan via WA / TG dg format: Daftar#Nama#Kota Domisili)   
📮 Join Channel Telegram SOBAT MUSLIM di : https://goo.gl/g64jcQ

Saturday, July 9, 2016

Jangan Bercita-cita Jadi Ulama.

Jangan Bercita-cita Jadi Ulama. Oleh: KH Abdullah Gymnastiar SAUDARAKU. Judul di tulisan ini tidaklah salah. Bahwa selain tidak perlu menjadi orang kaya, saudara juga tidak usah berkeinginan jadi ulama. Mengapa? Karena ada sebagian yang membayangkan enaknya menjadi ulama. Seperti ke sana-sini dijemput, ingin belanja orang-orang mau membayari hingga pulang diberi amplop ditambah buah-buahan dan sayuran. Kalau yang dibayangkan begitu, berarti sebetulnya yang ingin dicari adalah duniawi. Hanya jalannya lewat gelar ulama. Kalau di dalam otak kita ulama itu identik dengan duniawi, maka jangan dan tidak boleh bercita-cita jadi ulama. Ini serius, saudaraku. Karena jangankan yang tujuan sebetulnya adalah duniawi, yang di awal tujuannya benar pun bisa terkecoh oleh dunia. Misalnya saat masih berceramah di RT masih tawadhu, karena pendengarnya juga bersahaja dan bawaannya juga pisang atau ubi. Tapi mulai naik ke tingkat RW, mulai sedikit lupa. Begitu seterusnya saat naik ke tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, makin lupa dan makin berbeda cara bicara serta gayanya. Kalau tidak mati-matian berupaya untuk segera sadar, maka terus saja melayang. Walaupun mungkin ceramahnya bagus, tapi sebetulnya Allah sudah tidak ada di hatinya. Karena dia sudah tenggelam di dalam kenikmatan pujian, penghormatan, kekaguman, undangan, dan duniawi lainnya. Sayang saja kita sering menganggap orang yang berceramah di televisi atau terkenal dan banyak jamaahnya, seakan-akan langsung mulia. Padahal, yang mulia adalah yang paling tawadhu dan paling bebas dari ujub. Tentunya, termasuk makhluk bersorban di Daarut Tauhiid atau yang menulis ini, belum tentu cocok dengan yang sedang dibicarakan. Ketika berbicara begini, sejujurnya saya merasa sedang menonjok wajah sendiri. Oleh sebab itu, saat saudara membaca ini, saya berharap saudara mau membantu mendoakan agar saya lebih dikuatkan dan dijauhkan dari yang begitu. Karena memang tidak mudah. Misalkan kalau sudah terkenal. Banyak dari kita yang ingin terkenal, tapi apakah saudara berpikir terkenal itu enak? Tidak, saudara belum tahu saja bagaimana rasanya. Atau, apa saudara menganggap dengan terkenal itu derajat di sisi Allah langsung jadi tinggi? Tidak! Justru kalau sudah dikenal kecenderungannya adalah sangat ingin diperlakukan spesial. Dari daa..daah..-nya saja sudah beda. Amat susah untuk turun jadi biasa-biasa saja. Kecenderungannya semakin merasa spesial. Seperti kalau diundang, ada yang menjawab, Jadwal saya banyak, lain kali saudara kalau mau mengundang saya enam bulan sebelumnya ya. Padahal, pada saat menjawab begitu, sebetulnya dalam satu-dua minggu berikutnya dia masih bisa membuat jadwal. Atau, misalkan ada undangan dari Kampung Cikemeuh, di mushala yang belum jadi yang sekalian minta sumbangan. Jawabannya,Ee..begini ya, saya sudah ada jadwal di istana. Apa bedanya antara istana dan Cikemeuh? Mungkin dari segi nama agak kurang wibawa. Tapi setiap tempat tabligh atau pengajian itu yang menilainya sama, yaitu Allah. Tidak gampang, saudaraku. Karena merasa spesial, baju yang dipakai juga ingin dibedakan. Lain saat diundang walikota, harus lain lagi di gubernuran dan kalau bisa dipesan dulu. Bukan salah gubernur, tapi penceramahnya sendiri yang salah karena merasa spesial. Merasa berbeda antara saat dijemput polisi pamong praja dan saat berceramah di Mabes Polri/ TNI. Terus saja seakan dirinya mulia. Padahal derajatnya di sisi Allah sama sekali belum tentu naik. Jadi,sepanjang cita-cita itu sebetulnya adalah kesenangan duniawi, sudahlah tidak usah jadi ulama. Kecuali kalau mau jadi ulama karena benar-benar ingin menjadi orang yang takut kepada Allah melalui ilmu. Supaya hati benar-benar selalu bergetar, dan tidak ada kehidupan yang dilihat kecuali membuat makin mendekat kepada-Nya. Jangan membayangkan kesenangan duniawi. Cukup bercita-cita menjadi ahli takwa saja. Yang penting rezeki kita dapatkan berkah. Jika saudara garis hidupnya memang kaya, nanti juga akan sampai ke sana. Biarlah Allah yang mengaturnya. Karena kekayaan juga bukan tanda kesuksesan. Kesuksesan itu adalah bagi yang bertakwa dan makin mendekat kepada Allah SWT. [*]

Monday, March 21, 2016

Form Analisis Butir Soal

Berikut ini adalah form analisis butir soal yang dapat digunakan oleh bapak/Ibu Guru untuk menganalisis soal-soal tes yang diberikan kepada siswa. Untuk tahap awal, ini adalah form analisis butir soal untuk soal Pilihan Ganda (PG). Adapun rincian form analisis butir soal ini adalah sebagai berikut:

  1. Dibuat dengan jumlah soal PG maksimum 60 soal
  2. Jumlah murid maksimum adalah 36 siswa/i. 
  3. Mengoreksi secara otomatis jawaban siswa sehingga nilainya bisa langsung diketahui.
  4. Sudah dilengkapi dengan tabel indikator untuk tiap nomor soal.
  5. Tabel indikator tiap soal akan digunakan untuk menganalisis nilai siswa sehingga tertampilkan secara otomatis indikator mana saja yang masih/sebagian besar belum dikuasai siswa/i.
  6. Dapat melakukan analisis soal terhadap dua tipe soal sekaligus (tapi untuk indikator masih belum bisa secara otomatis menampilkan analisis untuk dua tipe soal berbeda).
  7. Otomatis menampilkan nomor yang salah dijawab oleh setiap siswa sehingga memudahkan dianalisis untuk dibandingkan dengan indikator pembelajaran. Sehingga memudahkan proses remedial oleh bapak/ibu guru terhadap siswa/i yang bersangkutan.
Silahkan download via link dibawah ini:

Monday, March 14, 2016

Mukaddimah

BismiLlahiirohmaanirrohiim.

AlhamduliLlah blog media ajar biologi ini sudah terbit.
Harapan utama kami adalah bahwa blog ini dapat menjadi sarana berbagi media pembelajaran biologi sebagai salah satu upaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Akhir kata, semua ikhtiar dikembalikan kepada Allah SWT. Semoga dapat menjadi amal jariyah yang tidak putus-putusnya pahala mengalir. Aamiin.

Depok. 14 Maret 2016.
Fajar Moslem Scientist